#tanya…

#tanya
Teman – teman disini ada yg rajin ngeblog pake VPS? apa alasannya kah. Soalnya banyak dengar – dengar teman – teman blogger juga prefer pake VPS ketimbang hosting ?

Source

15 comments

  1. Trafic tinggi pasti bakal pindah ke vps , kalo shared hosting bakal keteteran ,

    Kalo mau nyoba nyoba main wordpress bisa make yg gratis an, kalo mau lebih lengkap lagi pake yg berbayar ( hosting + domain ) 😁

  2. Vps ram 1gb 1core lebih kencang dr shared ram 6gb cpu 4ghz..

    Pengalaman q gitu.. Dan vps q selama setahun ni g pernah ada down sama sekali kecuali q sendiri yg me reboot nya sebulan sekali.

    Kalo shared, tiap hari ada masa2 lemot nya.. Khususnya pagi hari sama sore… Dan beberapa kali down tiap minggu.

  3. Kalau baru build saya sarankan untuk pake shared hosting dulu, tapi jangan beli sembarang tempat nanti zonk.
    Banyak kok disini yg pake shared hosting walau trafik udh puluah ribu dan ttp gajian rutin.

    Referensi provider hosting paling rekomen :
    https://www.heyapakabar.com/promo/

    Pertimbangkan juga kalau pake vps itu harus punya pengalaman dasar. Masalah keamanan server, nangani kalau ada error. Pasti repot.

  4. Hemat budget mbak. Baiknya pakai VPS kalau memang dibutuhkan (shared hosting dah gak kuat). Soalnya saya salah satu “korban” embel2 bagus pakai vps dari shared hosting. Jadi uang hambur2an padahal pakai shared hosting pun masih mumpuni.

  5. Klo bru mulai pake shared hosting aja. Nanti klo visitor blog udah bejibun dan udah lemot, baru pertimbangin pindah ke VPS.

    Tidak selamanya pake VPS itu lbh cepat dr shared hosting. VPS itu harus konfigurasi sendiri, gak sama kyak shared hosting yg tinggal pake. Jd, klo konfigurasi VPS salah, bisaΒ² blog lbh lemot ketimbang waktu msh pke shared hosting.

    Kesimpulannya, pake shared hosting aja dulu, sambil blajar VPS. Nanti klo trafik udah tinggi, baru pindah ke VPS.

  6. TL;DR: Pindah VPS ketika sudah susah nyari kontrakan (hosting) karena yang punya rumah sulit menemukan teman2 kontrakan yang kebutuhannya sama/setara.

    Tidak ada patokan angka/traffic yang pasti untuk hijrah dari shared ke VPS. Soalnya setiap provider hosting memiliki spesifikasi physical server/host yang berbeda-beda serta kebijakan pembagian daya tampung per “kamar” yang beda2 pula.

    Namun begitu, biasanya sih ada sematjam angka traffic “wajar” sebuah website masih tetap harus di shared hosting atau sudah waktunya hijrah ke VPS. Saya sendiri melihat ketika user online harian sudah > 200/300an, maka sudah saatnya mulai memikirkan VPS.

    User online > 200/300an sudah waktunya pindah ke VPS bukan berarti shared hosting tak sanggup menangani user online segitu. Mau traffic per pelanggan/klien > 1000 user online juga bisa2 saja mereka nyediain buat kita kalau mau.

    Masalahnya, ketika hosting provider punya klien dengan user online > 200/300an, lazimnya klien2 lain yang berada pada server yang sama juga harus segitu juga. Setahu saya untuk nyari puluhan klien dengan karakteristik jumlah visitor segitu tidak mudah.

    Tarif sewa hosting itu kan sama pada server yang sama, maka potongan roti yang didapat seharusnya sama juga. Ketika web kita sudah di level user online > 200/300an, nyari “kontrakan” (shared hosting) yang pas untuk kita susah.

    Memang kudu hati2 dalam memutuskan hijrah dari shared ke VPS. Banyak yang hijrah ke VPS (unmanaged) malah jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Sering kan dapat jawaban dikit2 upgrade VPS di banyak trit grup ini, padahal secara traffic masih relatif sedikit.

    Sepengamatan saya di beberapa forum diskusi, tidak sedikit blogger yang jadi “korban” dari masifnya informasi atau pembahasan “hosting vs VPS” yang dibarengi dengan semakin populernya provider VPS semacam DO, Vultr, Linode, Upcloud, dll.

    Tidak salah secara dini menyiapkan “headroom” yang lebar/luas untuk untuk jaga2 (sekaligus doa) bahwa traffic akan semakin naik. Dengan catatan, persiapan atau proses hijrah ke VPS itu jangan sampai mengganggu ritme produktivitas konten, optimasi, dll.

  7. Kalau masih tahap awal buat blog dan ada anggaran yang sepadan bisa langsung sewa VPS.

    Ada baiknya cloud hosting dulu aja. Nanti pindah ke VPS setelah blog mempunya banyak pengunjung.

  8. Sama seperti memilih Kontrakan bersama atau villa sendirian. Lebih leluasa, lebih merasa bebas dan cepat tanpa menunggu yang lain, tak perlu takut kalau ada sesama penghuni bentrok dengan preman dan takut di banjiri kawanan preman itu di sana (anggap DDoS).

  9. Tergantung kebutuhan dan optimasi tentunya kalo punya skill dan biaya lebih untuk beli dan setup VPS yah recommended kalo gak shared hosting saja, Atau kalo mau yg lebih powerfull dri shared hosting pakai, cloud hosting πŸ˜€

Leave a comment

Your email address will not be published.