#tanya…

#tanya

Kenapa menu yang saya lingkari ketika dalam versi amp tidak bisa digunakan?

theme menggunakan newspaper, plugin amp official..

Adakah yang pernah mengalami?

Mohon pencerahanya sahabat WP Indonesia


Source

3 comments

  1. Ya wajar. Karena di versi Amp beberapa script gak bisa bekerja (untuk mempercepat load).
    Kalau mau tampil tinggal matiin aja amp nya.

  2. Ditunggu saja, kali aja pengembang theme-nya berikan update agar bisa mendukung AMP. Dua fitur/fungsi tersebut ada padanannya di AMPHTML kok, bahkan tidak hanya satu. Misal untuk burger menu bisa pakai yang CSS only (non script2an), sementara untuk yang search itu bisa jalan juga dengan .

    Seperti sering saya tulis, Pakai AMP bukan berarti fitur web jadi terbatas. Banyak fitur di HTML (non-AMP) yang punya padanannya di AMPHTML. Bahkan web2 saya yang mendukung AMP, fitur dan tampilannya cenderung sama dengan versi non-AMP-nya. Tidak bisa sama persis 100% mungkin iya, tapi kalau dibilang banyak yang hilang, tidak!

    Versi lengkapnya:

    “… AMP adalah semacam format atau kerangka HTML baru yang hadir untuk meningkatkan kecepatan akses di pengguna/browser mobile. Jadi ada aturan baru di komponen2 yang menyusun sebuah web bila ingin pakai AMPHTML. Misal tag2 HTML-nya harus diubah atau disesuaikan, penggunaan CSS-nya kudu inline, script2 yang tidak boleh asal pasang/sembarangan, dll.

    Pakai AMP juga bukan berarti fitur web kita jadi terbatas. Banyak fitur di HTML (non-AMP) yang punya padanannya di AMPHTML. Bahkan web2 saya yang mendukung AMP, fitur dan tampilannya cenderung sama dengan versi non-AMP-nya. Tidak bisa sama persis 100% mungkin iya, tapi kalau dibilang banyak yang hilang, tidak!

    Setahu saya mengimplementasikan AMP itu sangat penting karena salah satu SERP Enhancements yang dianjurkan Google. Jadi, selama penopang traffic utama blog2 kita adalah mesin pencari Google, tidak ada alasan untuk tidak menuruti apa pun yang diminta atau dianjurkan oleh Google. Terlepas AMP juga ada kekurangan di sana-sini.

    Apakah SERP Enhancements sama dengan rank faktor? Tidak sama, SERP Enhancements itu sematjam fitur2 unik Google dalam menampilkan link web di SERP, seperti top stories, top carousel, breadcrumbs dll. Meski bukan rank faktor, SERP Enhancements kadang diperlukan oleh publisher kecil untuk sikut2an dengan situs2 raksasa, misal Tribun, Detik, Kompas dll.

    Selain itu, web2 yang mengimplementasikan AMP juga dapat bonus cache di SERP. Maksudnya, Google sudah me-request web assets URL/Page AMP pada saat visitor (peng-Googling) belum membuka halaman AMP tersebut. Konsekuensinya, saat user klik laman AMP di SERP ya langsung kebuka gitu aja seperti tanpa load.

    AMP juga merupakan satu dari sekian “propaganda Google” yang biasanya diawali dari sekadar menyarankan, lalu perlahan-lahan mulai mewajibkan (entah kapan). Saya sendiri sebagai “penghamba Google” memilih cara aman dengan jadi early adopter AMP dan produk2 Google lain yang sedang atau akan dipropagandakan.

    Namun begitu, harus siap juga bila sewaktu-waktu Google berubah pikiran di tengah jalan atau menggulirkan fitur/kebijakan yang tidak populer. Misal dalam salah satu rilisnya sekira dua tahun silam, Google menyebut beberapa (tidak semua) kelebihan AMP page di SERP ke depannya akan bisa dinikmati juga oleh page/index non-AMP. …”

Leave a comment

Your email address will not be published.