3 comments

  1. Untuk daftar dan diterimanya kemungkinan sih bisa. Tapi ketika bicara soal aman atau tidaknya untuk akun Adsense-nya, bisa jadi tidak aman bila iklan2 dari MGID menampilkan konten2 yang “ngeri2 sedap”. Seperti sering saya singgung pada postingan soal “native advertising network”. Coba saja trial beberapa hari atau lihat2 blog yang pakai juga, amati apakah aman atau tidak konten iklannya.

    “… MGID, RevContent, AdNow, dll. itu adalah native advertising network. Sayangnya, tagline native ads yang mereka usung biasanya hanya sekadar klaim. Maksudnya iklan2 yang mereka sediakan bagi para publisher jauh dari pakem native ads. Dari sisi UI, teknologi mereka sependek yang saya tahu tidak/belum cukup pintar untuk bikin tampilan iklan yang benar2 “menyatu” dengan list/tampilan konten.

    Dari sisi konten iklan pun setali tiga uang, jarang atau malah tidak pernah iklannya kontekstual dengan konten web-nya. Tidak jarang pula konten iklannya membahayakan akun Adsense publisher-nya lantaran berpotensi melanggar adult content policy dari Google. Niatan mau cuan banyak dengan gabungin Adsense dan beberapa native ads network, eh malah akun Adsense-nya bisa jadi korban.

    Saya amati iklan2 dari network mereka itu memang agak “gimana” gitu, mulai dari gif2 ngga jelas/random, foto/gif lendir2an (arti sebenarnya, bukan lendir 17-an), gambar2 pen-trigger trypophobia, sampai konten iklan bermuatan dewasa. Bahkan Adnow dulu malah sering pakai potongan2 film 17-an. Sempet kaget lihat Adnow melebarkan sayapnya sampai sejauh dan sebrutal itu.

    Iklan yang monoton sebenarnya bisa menggambarkan bahwa pemasang iklan mereka sedikit dan kurang bervariatif. Dengan kata lain, kerja sama dengan mereka untuk jangka panjang relatif berisiko. Beberapa web besar kenapa pakai? AFAIK, biasanya mereka ngajuin sistem “borongan impresi” untuk publisher gede atau yang “beruntung”, dibayar di muka gitu untuk sekian2 impresi.

    AdNow sekira 2017an berani bayar 0,20-0,30USD/1K impresi dengan paket borongan impresi 200K, 400K, 800K, dst. Untuk web2 gede saya yakin mereka kasih tawaran yang lebih besar lagi rate serta paket impresinya, sehingga meski konten iklannya “kayak gitu”, tetap bisa tembus ke media besar. Siapa publisher yang ngga tertarik kalau media2 mapan saja pakai (padahal sistem kerja samanya beda).

    Pernah baca juga pengalaman beberapa publisher salah satu native advertising network yang impresi dan performa CPM-nya mendadak jeblok, kayak kena smart pricing kalau di Adsense. Lalu ketika para publisher itu ngontak account manager mereka masing2, mendadak impresi naik lagi dan CPM-nya jadi super tinggi, padahal varian ad yang ter-delivery relatif sama saja dengan sebelumnya.

    Jadinya malah kayak ada “tombol ajaib” untuk bikin impresi dan rate CPM publisher-nya mendadak jeblok, atau sebaliknya, mendadak tinggi. Maka sangat dianjurkan ketika akan bekerja sama dengan ad network, lakukan trial semingguan untuk dapat data perbandingan traffic (misal di Analytics) dengan impresi iklannya (+ performa CPM-nya), sehingga bisa jadi bahan komplain bila kena tombol ajaib. …”

    CMIIW

Leave a comment

Your email address will not be published.