Perbedaan pake ads dan tidak….

Perbedaan pake ads dan tidak.
Gambar pertama, Ini post termasuk paling panjang, hampir 3000 kata, ditambah 1000 komentar kurang-lebih .
Padahal udah pake Flying Script, delay 5s. Gak ada pengaruhnya.
Gambar ke-2 homepage
#Ask Ada saran supaya lebih ngebut? Atau Qonaah aja?



Source

7 comments

  1. Sudah dicek flying script untuk ads-nya benar2 jalan? Jadi ketika web dibuka, pada viewport (layar baca) iklan tidak muncul atau ter-load/render? Bisa juga dicek atau dibandingin via DevTools. Ketika flying script aktif, dereten request-nya bakal lebih pendek atau sedikit jumlahnya.

  2. Iklan harusnya sih prioritas. Kalau iklan muncul saat di scroll atau nunda brberapa detik, sama aja jualan bakso keliling lewatnya hanya pas peminat lagi sibuk mau baca lalu pergi saja. 😁. Lebih sedikit kemungkinan klik.

    Banyak orang penghasilannya besar-besar yang penting real aksesnya sih. Dari jaman 2013 sampai sekarang setau saya.

    Btw Flying script hanya menunda sampai ada interaksi. Bayangin iklannya di headernya. Bagaimana rasanya.

    5 detik disana maksudnya adalah jika tidak ada interaksi sama sekali, maka 5 detik dieksekusi, seandainya iklan ada di layar langsung, kemungkinan di gymetrix tetap terbaca (cek waterfall)/ DevTool.

    Terlalu teropsesi kecepatan juga tak baik jika mengabaikan lain. Ingat TRIANGLE dalam memanage projek (mirip2 gitu)

  3. Oiya sekalian..

    Beberapa blogger bahkan penyedia jasa optimasi speed web ngakalin Adsense dengan flying script. Jadi iklan tak akan di-load sebelum ada aktivitas scroll di viewport. Saya sendiri tak merekomendasikan trik itu karena ngorbanin performa unit iklan above the fold. Padahal unit above the fold itu sudah jadi rahasia umum bahwa “harganya” paling tinggi.

    Kenapa bisa saya bilang ngorbanin performanya? Ya karena itu nanti banyak unit2 iklan above the fold yang tidak akan terkonversi menjadi earning lantaran tidak terklik atau terhitung sebagai impresi. Mau iklan CPC-based atau CPM-based dua2nya tetap akan kena dampak negatif dari trik ngakalin Adsense dengan flying script ini.

    Bagaimana mau klik iklannya kalau proses render unitnya baru dimulai ketika user melakukan scroll alias tenggelam duluan. Mungkin ada yang bingung, bagaimana iklan berbasis CPM tetap kena dempak, kan tak butuh klik? Ingat, menurut standard IAB, impresi iklan itu sah ketika unit iklannya terlihat 50 persen selama 1 detik untuk banner atau 2 detik untuk video.

    Andai saja IAB ubah rekomendasinya ke 10% dan 1ms. Tapi giliran advertiser yang mencak2 kali ya kalau diubah kayak gitu, haha. Berangkat dari alasan itu pula kenapa saya tidak pakai trik ini. Mudah saja sebenarnya kalau saya mau pakai, tinggal ubah settingan firing trigger (scroll depth) di Google Tag Manager (GTM) karena saya pasang tag2 iklan via GTM.

    CMIIW

  4. gimana user experience / bounce rate di analytic? jika pengunjung rata2 berada di satu halaman dengan durasi yang cukup lama artinya website anda sehat walafiat. penilaian itu hanya dari hitungan komputer. tapi load yang terlalu berat juga bikin pengujung kabur sih.. hhmm..

Leave a comment

Your email address will not be published.