Main organik resikonya kena update dari search engine langsung tiarap.. hihi…..

Main organik resikonya kena update dari search engine langsung tiarap.. hihi..

Setelah badai tinggal melandai.. hihi..


Source

19 comments

  1. Beberapa orang bilang “kerja cerdas” itu ketika artikel cuma puluhan tapi bisa dapet traffic ribuan atau puluhan ribu per hari. Pun sebaliknya, dianggap kurang cerdas bila artikelnya sudah ribuan, tapi traffic-nya hanya dua kali lipat atau bahkan sama dengan jumlah artikel yang terindeks tersebut. Saya tidak sepakat dengan pendapat seperti itu. Pendapat seperti itu biasanya lupa memperhitungkan faktor risiko dari kerja cerdas tersebut.

    Meski mungkin di mata orang terlihat keren dan membanggakan karena bisa mendapat kesan “jago SEO”, saya menghindari kondisi misal dapet traffic organic harian 20K yang hanya ditopang oleh 20-30an konten. Anggap per artikel jadi penopang traffic yang rata, maka setiap satu postingan dapet 600-1000 traffic. Saat setengah dari konten penopang traffic itu underperform di SERP, turunnya akan sangat tajam.

    Kondisi bisa lebih high-risk bila 20K traffic itu ditopang secara tidak rata, misal ada 1-2 di antara 20-30an konten yang ternyata selama ini menyumbang 3-4K traffic harian. Ketika yang underperform di SERP itu adalah konten2 andalan utama tersebut, bisa dibilang kiamat di depan mata. Hal seperti ini jamak terjadi bila berkaca pada konten2 super laku di SERP lazimnya akan fluktuatif juga di ranking-nya saking sengitnya persaingan.

    Saya lebih senang pakai jalan blogging low-risk. Iya, saya tahu pendapat seperti ini mungkin tidak populer atau tak keren, wkwkwk. Ketika salah satu web saya misal punya 3-4K konten, lalu traffic-nya cuma sama seperti jumlah artikelnya, tetap bersyukur. Makin bisa bersyukur lagi tiap mendengar cerita atau baca pengalaman orang lain, dimana tidak sedikit rekan2 blogger yang untuk dapat 50-100 traffic saja kesulitan meski kontennya sudah 200-300an.

    Setiap memantau active users on site Analytics di angka misal 500, lalu pada top active pages-nya ada 1-2 konten/URL yang nyumbang 200-300an sendiri, saya tidak akan terlalu senang, namun bukan berarti tak bersyukur ya. Kondisi yang bikin saya bersyukur ketika memantau active users on site 500an ditopang oleh satu atau dua digit saja per kontennya, bahkan kalau bisa top active pages-nya tidak lebih dari 30-40 traffic.

    Satu yang tak kalah penting di mata saya itu nyaman atau tidak ketika menjalani proses produksi kontennya. Jadi saya tidak bilang bikin konten banyak atau low-risk adalah pilihan terbaik. Mau sehari 10 artikel, seminggu 1 artikel, atau sebulan sekali bikin artikelnya, selama itu nyaman dan ada progres nyata ya disyukuri. Kebetulan saja, kalau di saya lebih merasa cocok dan nyaman main quantity, dengan tidak mengesampingkan begitu saja quality tentunya.

Leave a comment

Your email address will not be published.